Senin, 08 September 2014

Permata di gubuk tua

Siang yang terik di tambah dengan jalan batu dan debu ini tak menyurut kan niat ku untuk menemui nya, untuk mengantarkan beberapa benda yang telah di pesan nya padaku, benda sederhana yang di beli nya untuk bersedekah iya untuk membantu saudara saudara kita yang sedang berperang di Timur Tengah. begitu aku sampai di depan rumah nya, aku mulai mengucapkan salam yang beriringan dengan suara pintu dari kayu tua yang terbuka ternyata dia telah menanti kedatangan ku di balik pintu, aku mulai melangkah kan kaki ke dalam rumah nya, rumah yang tak pernah berubah sejak lebih kurang 15 tahun yang lalu. dinding nya yang terbuat dari papan papan yang di susun rapi menjadi dinding, pelepah pelepah kelapa yang di anyam menjadi atap serta batu bata yang hanya di susun di lantai tanah, pemandangan yang tak berubah dari belasan tahun lalu membuatku tersentak. namun aku langsung memecah kan lamunan ku, aku segera pamit pulang. Di sepanjang jalan menuju rumah masih di temani jalan berbatu dan berdebu aku putar memory ku ke beberapa belas tahun ke belakang, aku ingat dulu aku lahir dan tumbuh di rumah yang hampir serupa dengan rumah nya, namun itu tak berlangsung lama. ketika umur ku 9 tahun oran tua ku membangun sebuah rumah yang lebih baik dan layak, rumah yang berdinding kan batu bata kuat, beratapkan genteng berwarna oranye serta berlantai keramik mengkilap. Namun setelah hampir 10 tahun aku tingaal di rumah baru ini, Dia.. dia masih tinggal di rumah itu di gubuk tua yang seharusnya telah berganti menjadi rumah batu seperti rumah tetangga tetangga yang lain. yang membuat ku sungguh takjub adalah Dia yang tinggal di gubuk itu seorang gadis manis yang selalu istiqomah menjaga aurat nya, yang bekerja keras untuk mencari uang, serta dia yang jarang absen di majelis taklim . aku sungguh mengagumi nya. Ya Allah jadikan lah dia wanita bahagia di dunia maupun di akhirat kelak. jagalah tali persahabatan kami agar kami dapat saling berbagi ilmu. aku sungguh terkagum kagum melihat nya, karna mungkin jika aku di posisi nya aku tak akan bisa sesabar dan setegar dia. Segala puji bagi mu ya Rab yang maha pengusa langit dan bumi ini.