Senin, 25 Agustus 2014

Terima Kasih

Ku buka mata dan hati ini selebar lebar lebar nya, aku mulai mengingat apa saja yang telah aku lalui bersama kamu. Tak banyak hal yang istimewa ataupun berarti namun tetap saja kau pernah menghiasi beberapa waktu ku. aku mulai menyadari betapa Indah nya waktu kebersamaan kita dan pada akhirnya kita harus terpisah dan menyisakan sakit yang dalam. iya sakit ketika aku merasakan sesak, penat, dan gundah dalam hati karna "kita" yang bukan lah lagi "kita" . aku sejenak terpaku, aku mencari alasan mengapa kita kandas, dan akhirnya aku menyadari ini terlalu bodoh untuk di sesali dan di tangisi. aku mulai berkaca melihat diri ku di cermin. seseorang di cermin berkata ingatlah mengapa kalian berpisah, hal apa saja yang membuat mu melepaskan nya, lalu mengapa saat ini kau harus merasakan sesak itu ? kau tidak lah pantas menyesali nya karna keputusan mu untuk tak lagi bersama nya adalah yang terbaik. lihat lah ke luar ada banyak  hal baru dan cinta baru yang telah menantimu di sana. tak butuh waktu lama untuk berfikir dan aku pun langsung beranjak untuk menemui hal hal baru beserta cinta baru itu. dan ternyata aku harus berterima kasih kepada mu yang menyisakan sedikit sakit ini untuk ku, terimakasih telah memberikan pelajaran yang begitu berarti buat ku, terimakasih telah menunjukan ku bahwa kamu bukan yang terbaik, terimakasih telah membuatku lebih kuat, terimakasih telah mengajarkanku cara ikhlas, dan terimakasih telah meninggal kan ku sehingga aku sekarang berada disini tempat dimana yang tak perah aku bayangkan sebelum nya, dimana ada cinta, kasih, dan bahagia. percayalah Allah SWT mempertemukan kita dengan orang orang yang salah sebelum mempertemukan kita dengan orang yang tepat agar kita dapat belajar dari mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar